Agar Tetap Aman, Yuk Intip Trik Mengendarai Sepeda Fixie Yang Tepat

 

Tren bersepeda seakan tidak hilang tergerus jaman, sehingga wajar jika hingga kini masih ditemukan komunitas pecinta sepeda bertebaran di berbagai sudut kota. Bahkan seiring berkembangnya jaman, ternyata sepeda pun turut berevolusi hingga memunculkan sepeda fixie. Tidak terduga, sepeda minimalis dan memiliki harga terjangkau ini ternyata tidak memiliki rem layaknya sepeda pada umumnya. Agar tetap aman, ikuti trik mengendarainya berikut.

Trik Mengendarai Sepeda Tanpa Rem Agar Tetap Aman

  1. Mempelajari Cara Akselerasi Setelah Berhenti

Sepeda tanpa rem satu ini memang terlihat keren dibandingkan dengan sepeda biasa pada umumnya. Justru karena keistimewaannya ini, pengendara harus mengetahui cara tepat melakukan akselerasi setelah menghentikan laju kendaraan. memposisikan putaran jam 1 hingga 3, dikatakan sebagai posisi ternyaman dan aman untuk berhenti. Dengan kata lain, berdiri di atas pedal untuk berhenti tidak selamanya bisa diterapkan dalam segala kondisi.

  1. Timing Berbelok (Cornering)

Medan berkelok dengan tikungan tajam nan sempit adalah tantangan terbesar dan menakutkan bagi pengendara sepeda fixie. Sebab selama pedal terus berputar, ditakutkan secara tidak sengaja menyentuh permukaan jalannya yang dapat berujung petaka. Demi meminimalisir angka kecelakaan, silahkan kurangi kecepatan agar sepeda tetap berdiri tegak. Dibutuhkan pemahaman dan feeling tepat agar tingkat kemiringan sepeda tidak mengganggu gerak pedal.

Apabila merasa belum terlalu mahir menggunakannya, tidak ada salahnya mengganti crank lebih pendek sebagai alternatifnya. Langkah antisipasi cerdas ini perlu dilakukan, terutama bagi Anda yang sering melewati medan curam dengan tikungan tajam demi menjaga keselamatan bersama. Selain mengganti crank, pertimbangkan pula untuk mengganti bagian bottom branket menjadi lebih tinggi sebagai solusi cerdas lainnya.

  1. Memahami Waktu Tepat untuk Berdiri Di Pedal

Pernahkan Anda mendapati seorang pengendara sepeda tengah berdisi tegak saat lampu merah menyala ? Bukan dilakukan tanpa alasan, sebenarnya hal itu dilakukan agar sepeda yang dikendarainya berhenti melaju. Sayangnya berdiri di atas pedal kurang lebih 2 menit membutuhkan energi cukup banyak dan tidaklah keren seperti yang dirasakan, karena posisinya tersebut justru mengundang pertanyaan besar bagi para pengendara transportasi lainnya.

Agar mengendarai sepeda fixie lebih nyaman tanpa mengeluarkan tenaga besar, penting untuk mengetahui waktu tepat untuk menghentikan sepeda menggunakan pedal. Waktu terbaik untuk menerapkan cara pengereman satu ini, yaitu waktu berhenti cukup sebentar. Setelah itu, barulah kayuh kembali pedalnya untuk menggerakkan sepeda agar dapat melaju lebih kencang. Apabila harus berhenti sedikit lebih lama, turun dari sepeda adalah pilihan tepat.

  1. Menggunakan Perlengkapan Safety Berkendara

Menggunakan perlengkapan safety saat berkendara adalah sebuah kewajiban bagi setiap pengendara, walaupun masih banyak pula yang menganggapnya hal sepele dan tidak perlu dilakukan. Padahal keselamatan merupakan hal utama, karena perlengkapan tersebut dapat melindungi tubuh dari kemungkinan buruk yang tidak diinginkan. Bukan hanya berlaku bagi pengendara sepeda motor, karena pengendara sepeda kayuh juga perlu mengenakannya.

Helm termasuk salah satu perlengkapan bersepeda yang siap melindungi kepala dengan baik. Beberapa perlengkapan safety lain yang harus dikenakan yaitu sepatu, kaos kaki, kaca mata, kaos tangan, dan masih banyak lagi. Berolahraga memang dapat menyehatkan tubuh, namun akan sangat berbahaya jika tidak mengutamakan keselamatan di urutan pertama.

  1. Mengetahui Area yang Dilewati

Dibandingkan dengan sepeda pada umumnya, sepeda fixie memiliki keterbatasan tertentu. Sebagai pengendara, penting untuk tetap waspada karena tidak semua medan bersepeda mulus. Dengan tetap fokus dan waspada ketika terjadi perubahan kondisi jalan, Anda tidak terkejut dan bisa mengendalikannya dengan baik. Beberapa hal penting lainnya yang harus diperhatikan seksama yaitu jalur lalu lintas, alur kendaraan, dan pola kecepatan.

Di satu sisi penghapusan rem pada sepeda memang membawa keuntungan, namun di sisi lainnnya pengendara harus lebih waspada. Sebab pengendara dituntut memiliki reflek yang bagus dan dapat bergerak cepat dalam merespon keadaan. Sebab dalam kondisi tertentu, kemungkinan Anda harus mengerem mendadak tanpa diduga sebelumnya. Saat kondisi tersebut terjadi, penting mempersiapkan kaki dan kontrol agar skid agar mengarah ke posisi lebih aman.

  1. Menguasai Bunny Hop

Dapat menjaga kecepatan saat bersepeda wajib dilakukan, terutama bagi pengendara sepeda fixie. Sebab medan yang dilalui cukup beragam, sehingga seringkali mengurangi kecepatan sepeda hanya akan membuat Anda cepat lelah. Daripada terus menerus mengerem, segeralah kuasai teknik Bunny Hop. Teknik bersepeda satu ini membuat pengendara dan sepeda melompat secara bersamaan.

Dapat diterapkan ketika terdapat halangan kecil seperti polisi tidur ataupun gundukan kecil, sehingga pengurangan kecepatan tidak perlu dilakukan. Sayangnya tidak semua orang mahir  menerapkannya, oleh karenanya dibutuhkan latihan rutin agar dapat menguasainya. Trik  berkendara satu ini cukup ampuh agar sepeda melaju lebih cepat, sekaligus menghindari berbagai rintangan yang menghadangnya.

  1. Memastikan Tegangan Rantai Benar

Para pengendara sepeda unik satu ini, pastinya menyadari jika rantai sepedanya bukanlah sekedar komponen yang berfungsi menggerakkan roda sepeda semata. Pasalnya rantainya memiliki fungsi lain untuk mengurangi kecepatan dan dapat menggantikan fungsi rem untuk menghentikan laju sepeda. Demi menjaga keselamatan, pastikan tegangan rantainya tidak terlalu kendor namun juga tidak terlalu tegang.

Cara mengantur tegangan rantai bisa dilakukan dengan menggeser posisi pada as roda, mengingat sepeda ini telah dilengkapi dropout roda horizontal. Meski ada cara alternatif, penting untuk memeriksa kembali apakah rantai sudah merenggang dengan sempurna.  Selain memeriksakan tingkat ketegangan, pastikan rantai tidak terlalu pendek maupun terlalu panjang untuk menghasilkan perputaran roda lebih maksimal.

  1. Jangan Bertingkah Konyol

Berikan desain minimalis dan kekinian, membuat pengendara sepeda fixie merasa lebih percaya diri dan keren dalam satu waktu. Tampilan boleh saja keren, namun janganlah bertingkah konyol yang justru mendatangkan mala petaka entah bagi diri sendiri maupun orang lain. Agar lebih mahir, bergabunglah dengan komunitas pecinta sepeda untuk belajar lebih banyak. Cukup mudah ditemukan, pasalnya mereka buat jersey sepeda sebagai identitasnya.

Rem termasuk komponen keselamatan dan keamanan sepeda yang perlu dipertimbangkan ketika hendak membelinya. Namun seiring berjalannya waktu, justru bermunculan sepeda tanpa rem yang ternyata disambut hangat oleh penggemarnya. Mengendarai fixie begitu tren di kalangan anak muda hingga dewasa, namun dibutuhkan trik khusus agar bisa mengendarainya dengan benar. Agar lebih mahir, jangan lupa mengasahnya tanpa henti.

Anita

Leave a Reply

Your email address will not be published.